PERMASALAHAN YANG DIHADAPI OLEH ANAK SEKOLAH DASAR ( SD )


Disusun oleh:
1. M
Reza Deli Yuzar (170410026)
PROGRAM STUDI PGSD
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS SAMUDRA
A. Latar
Belakang
Dunia pendidikan
mengartikan masalah kesulitan belajar sebagai segala usaha yang
dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis dan sifat kesulitan
belajar. Masalah belajar yang terjadi dikalangan murid sering kali terjadi
dan menghambat kelancaran proses belajar siswa.
Kondisi tertentu itu
dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan
dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya.
Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang lambat
saja dalam belajarnya, tetapi juga dapat menimpa murid-murid yang pandai atau
cerdas.
Keberhasilan proses pembelajaran merupakan muara
dari seluruh aktivitas yang dilakukan guru dan siswa. Artinya apapun bentuk
kegiatan-kegiatan guru, mulai dari merancang pembelajaran, memilih dan
menentukan materi, Pendekatan, strategi dan metode pembelajaran, memilih dan
menentukan teknik evaluasi, semuanya diarahkan untuk mencapai keberhasilan
siswa. Hal ini merupakan pertanda bahwa belajar merupakan kegiatan yang dinamis
sehingga guru perlu secara terus menerus mencermati perubahan perubahan yang
terjadi pada siswa di kelas.Agar aktivitas-aktivitas pembelajaran yang
dilakukan guru dapat lebih terarah, dan guru dapat memahami persoalan-persoalan
belajar yang seringkali atau pada umumnya terjadi pada kebanyakan siswa dalam
berbagai bentuk aktivitas pembelajaran, maka akan lebih baik bilamana guru
memilki bekal pemahaman tentang masalah-masalah belajar.
B. Rumusan Masalah
1. Apa masalah yang dihadapi siswa dalam proses
pembelajaran ?
2. Mengapa seorang siswa sd melakukan kenakalan terhadap
kawan sekelasnya?
3. Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah siswa
tersebut ?
C. Tujuan penulisan
Untuk mengetahui proses dalam pengajaran yang
dilakukan oleh seorang guru
Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah
dalam belajar siswa SD
Untuk mengetahui proses menagani masalah seorang
siswa SD yang mengalami Trauma dan Stress yang dihadapi seorang siswa tersebut
D. Manfaat Penulisan
Semoga laporan yang saya buat ini
dapat menambah wawasan bagi seorang guru bagaimana menagani masalah seorang
siswa yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar yang sedang mereka alami dan
kenakaln dalam proses belajar karena seorang guru tidak menegetahui masalah
yang mereka hadapi dan untuk supaya jangan sampai terjadi lagi dan tidak tahu
bagaiaman menagatasi sebuah masalah siswa Sekolah Dasar.
PENDAHULUAN
A.1 Biodata Siswa
Biodata Diri Siswa
Nama siswa : Na’il
Abid Suhailah
Nama Panggilan : Abid
Jenis Kelamin : Laki-Laki
T.T.L. :
Binjai
Umur :11
Alamat rumah : jln
melinjau jati karya binjai utara Gang sepakat
Hoby : Makan
, bermain bola
Agama : Islam
Riwayat sekolah :
SD : YPIS
Maju
Alamat :Jl.
T amir Hamzah pasr 5 tandam jati karya binjai utara
Cita-cita :
Tentara
Tranportasi : Sepeda
Pelajaran kesukaan : B,inggris
Identitas Orang Tua
Nama Ayah : Nurjali S.pd
Pekerjaan Ayah : Guru Olah
Raga
Nama Ibu : Herni
Pekerjaan Ibu : Ibu Rumah Tangga
A.2 Permasalahan
Yang Dialami Siswa
Masalahnya yaitu:
a.Sulit memahami pelajaran
b.Malas sekolah
Penganalisisan saya :
A. sulitnya Memahami Pembelajaran
Penyebabnya adalah
· 1. Kurangnya
konsentrasi siswa
A Faktor
lingkungan,
Kemungkinan anak ini yang
sulit memahami dikarenakan kelas tidak nyaman dan tidak kondusif sehingga
mengganggu konsentrasi dari pada si anak tersebut.Dan juga pengaruhnya akibat
terlalu dekat sekali dengan jalan raya ,yang membuat siswa tidak nyaman belajar
karna mendengar suara kendaraan yang lewat dari tempat tersebut.Disamping itu
juga sekeliling sekolah itu masih terlihat kotor sehinga berpngaruh pada siswa
tidak nyaman untuk belajar.
B. Psikologi
Faktor psikologis anak
juga bisa mempengaruhi konsentrasi anak ini .Mungkin anak yang
mengalami tekanan, ketika mengerjakan sesuatu ia bisa menjadi tidak konsentrasi
sehingga tidak fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya. Contoh yang berbeda,
misalnya “suasana di sekolah yang berbeda dengan suasana di rumah. Anak kaget,
karena mempunyai teman yang lebih berani, sehingga ketakutan dan kekhawatiran
si anak membuatnya sulit untuk konsentrasi. Akibatnya, konsentrasi di kelas
untuk menerima pelajaran menjadi berkurang. Jadi, karena faktor psikologis anak
yang disebabkan karena kurangnya kemampuan bersosialisasi bisa membuat anak
menjadi kurang berkonsentrasi di sekolah.
C. Internal
Faktor internal adalah
faktor dari dalam diri sendiri. Dapat terjadi karena adanya gangguan
perkembangan otak dan hormon yang dihasilkan lebih banyakmungkin anak ini mengalami
hal tersebut sehingga anak cenderung menjadi hiperaktif. Jika anak
lamban/lambat disebabkan karena hormon yang dihasilkan oleh
neurotransmitter-nya kurang sehingga bisa mengakibatkan lambannya konsentrasi.
2. Faktor dari pengajar (guru)
A. Kurangnya kesiapan guru dalam mengajar
Guru juga salah satu factor utama yang mempengaruhi mudah atau sulitnya
anak menerima pembelajaran .Mungkin Guru tidak siap terhadap
perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Seperti contohnya saat
ini ketika pergantian kurikulum terjadi, dari Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013, terjadi kebingungan luar biasa dari
guru-guru dalam menjalankan metode dan model pembelajaran. Dari pembelajaran
yang terpisah-pisah antar bidang studi menjadi pembelajaran terpadu tematik
integratif membuat kebingungan guru dalam mengajar. Sehingga tidak semua guru
mampu menerapkan dengan cepat perubahan tersebut. Hal tersebut membuat
pembelajaran kurang maksimal karena proses ini memerlukan sosialisasi yang
tidak sebentar.
Guru pun juga harus
siap mengahdapi perubahan terhadap pergantian siswa setiap tahunnya. Setiap
tahun siswa berganti-ganti, tentunya dengan watak dan karakter yang
berbeda pula.
Solusi :
- Guru harus bersiap
diri atas segala kemungkinan perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia
pendidikan.
- Pergantian terhadap
kurikulum harus dikaji secara mendalam sehingga tidak membuat guru dan siswa
kebingungan terhadap perubahan.
B.
Guru kurang kreatif dan inovatif
dalam mengajar.
Mungkin Guru
hanya menggunakan metode ceramah dan siswa hanya sebagai pendengar sehingga
pelajaran terasa kurang menarik sehingga siswa menjadi jenuh dan kurang
memperhatikan.
Solusi :
- Guru harus sering melatih
diri untuk lebih banyak berkreasi dalam mengajar, seperti mengikuti
seminar-seminar atau workshop yang dapat menambah pengalaman baru.
- Sering bertukar
pikiran dan pengalaman sesama guru agar lebih banyak ilmu yang didapat.
- Guru harus mampu
membuat media-media pembelajaran yang inovatif dan kreatif sehingga menarik
siswa untuk lebih memperhatikan proses pembelajaran.
C. Guru kurang menguasai
materi pembelajaran
Mungkin Guru yang
kurang menguasai materi akan membuat siswa sulit untuk
memahami apa yang telah diajarkan karena pemahaman setiap siswa
berbeda-beda. Bisa-bisa konsep yang diajarkan akan melenceng dari konsep yang
seharusnya.
Solusi :
- Guru haruslah sering
membaca dan mempelajari dengan detail apa yang akan dia ajarkan kepada siswanya
sehingga pada waktu pembelajaran berlangsung semua tersampaikan dengan baik.
- Guru mengajak siswa
untuk sama-sama berfikir dan membangun (menkonstruksi) pengetahuannya juga
secara bersama-sama.
D. Kurangnya interaksi
antara guru dan siswa
Mungkin Guru yang
cenderung kaku dan kurang bersahabat dengan siswanya akan membuat hubungan
terasa ada jarak. Sehingga jika terjadi kebingungan siswa terkadang malu dan
takut untuk bertanya sehingga siswa menjadi pasif.
Solusi :
- Guru haruslah bersikap
hangat terhadap siswanya dan lebih sering berinteraksi sehingga hubungan terasa
lebih nyaman dan tidak membuat siswa takut bertanya dan memancing keaktifan
siswa.
- Menjadikan guru
benar-benar sebagai orangtua ke dua di sekolah.
- Guru harus mampu
mengenali berbagai karakter siswanya sehingga mampu memberikan solusi atas
apapun yang dialami oleh siswa.
B. Malas Sekolah
Penganalisisan saya :
a. Penyebab anak ini malas
sekolah yaitu :
1.
Gurunya yang galak dan kurang bersahabat dengan para murid
Kemung kinan gurunya sering marah -marah
terhadap sisiwanya ,dan itu sangat berpengaruh terhadap siswanya
itu,siswanyanya itu mungkin tetekan atas tindakan dari gurunya sehinga
menyebabkan sianak tidak suka dengan gurunya , bahkan sianak tidak mau
sekolah lagi.
2.
Materi pelajaran sekolah yang terlalu sulit untuk dipahami
Bukan hanya kegalakan gurunya ada juga kemung kinan karena materi yang diberikan oleh sekolah sulit untuk dipahami dan membuatnya merasa minder sehingga pemikiran dia agak terhambat yang menyebabkan sianak malas untuk masuk kelas bahkan malas masuk sekolah.
3. Lingkungan sekolah
yang kurang baik dan bersahabat
Lingkungan sekolah juga sangat berpengaru terhadap anak , dimana lingkungan sekolah yang kotor akan membuat sianak malas belajar bahkan bias membuat sianak tidak mau sekolah.
4. Mendapat gangguan dari
teman-temannya yang tidak masuk sekolah
Hal ini adalah nal yang sering dialami oleh anak sekolah dasar
misalnya sianak ini mendapat bujukan dari teman teman nya yang ngak masuk
sekolah “ngapain sekolah, sekolah itu sangat
membosankan mending kita ngak masuk sekolah kita bias bermain main sesuka
hati kita tidak ada yang melarang kita.”tidak dating tugas yang merepotkan kita
, jika sianak mau menerima ajakan ini maka dia pasti tidak akan sekolah
,dia akan mengikuta teman temannya yang bandal tersebut.
C. Siswa SD Melakukan Kenakalan Di Sekolah
Penganalisisan
saya :
a. faktor
penyebabnya kenakalan pada anak yaitu:
1.
Kurangnya Kasih Sayang Orang Tua.
Terkadang orang tua lebih banyak
menghabiskan waktu untuk bekerja sehingga
anak tidak
mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga anak mencari perhatian orang
tua dengan perilaku-perilaku yang menurut anak efektif untuk mendapatkan
perhatian, yakni dengan perilaku negatif yang ia lakukan seperti bermain yang
membuat ortuanya menjadi memperhatikan dirinya.
2.
Pergaulan Dengan Teman Yang lebih
Tua Darinya
Pergaulan dengan teman yang jauh lebih
tua menyebabkan anak meniru perilaku
orang
tersebut, maka dari itu hal ini yang menjadi pemicu terjadinya kenakalan di
sekolah dia karena meniru apa yang tidak seharusnya dilakun ioleh seorang anak
sd dan berdampak negatif untuk di usiannya yang mesih dalam proses pencarian
jadi dirinya yang sesungguhnya.
3.
Kurang Adanya Bimbingan
Kepribadian Dari Sekolah
Sekolah merupakan lembaga pendidikan
formal dan kesatuan kegiatan-kegiatan
menyelenggarakan
pembelajaangan anak akan berubah arah dengan cara-cara yang terencana dan
teratur menurut tatanan nilai dan norma yang telah ditentukan untuk mencapai
tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sekolah merupakan lembaga yang dapat
membentuk kepribadian seorang anak, maka dari itu sekolah merupakan lembaga
yang penting bagi kemajuan peradaban di masa yang akan datang dan dalam
merangsang kepriabadian yang baik dan meruabh sikap yang jelek dengan memberi
pembelajaran yang menyangkut pembentukan karakter anak tersebut
4.
Nila agama yang kurang di
tanamkan oleh orang tua
Pondasi agama merupakan pondasi yang
sangat penting bagi kehidupan manusia
maka tidak
aneh jika seseorang yang tidak memiliki pondasi agama yang tidak kuat maka akan
mudah terpengaruhi oleh hal-hal yang negatif.dan mudah terpengaru oleh orang
lain yang seharusnya itu salah dan tidak baik di ikutin oleh seorang anak
sekolah dasar dan bakalan hancur kedepan nya bagi seorang anak tersebut dan
mereka tidak tahu bahwa yang mereka lakukan itu salah maka dari itu orang tua
harus mengajarkan tentang agama nya.
5.
Kebebasan Yang Berlebihan dari
orang tua dalam bermain
Kebebasan yang diberikan orang tua
terhadap anak mengakibatkan seorang anak
tidak ragu
lagi melakukan apa yang diinginkan oleh anak tersebut termasuk perilaku
negatif.Faktor tersebut didukung oleh karakteristik anak yang masih polos dan
belum paham benar tentang norma dan nilai dalam suatu masyarakat.Pada anak usia
6-12 tahun dapat disebut umur sekolah, oleh karena itu, anak tidak boleh gagal
dalam sekolahya ia harus dapat memperoleh kepuasan karena ia telah berhasil,
dan rasa keberhasilan ini akan memperkuat perkembangan kepribadiannya.Setiap
sukses akan memberikan perasaan mampu pada dirinya, mampu menyelesaikan
tugas-tugas yang dijadikan modal untuk menyelesiakn tugas-tugas lebih lanjut
dan lebih berat.Kenakalan anak bisa berupa mengganggu teman sebaya lainnya,
mencuri kecil-kecilan, tidak patuh terhadap orang tua maupun guru, jarang
mengerjakan Pekerjaan Rumah,sering berbohong dan lain sebagainya itu lah apa
bila kita terlalu membesaskan terhadap anak dalam hal bermain tanpa mengenal
waktu.
6.
Konflik dan stress yang di alami
siswa sekolah dasar
Konflik yang terjadi dia antara
orang tua dan anak seperti di di pukul oleh orang
tua dalam
melakuakan sesuatu dalam prsoses pertumbuhannya yang menuju untuk kedewasaannya
dan stress yang dilakukan oleh seorang guru itu juga bisa menjadi penyebab
terjadinya kenakalan seseorang siswa sd di dalam melakukan pembelajaran di
sekolah yang kurang baik tersebut .
A.3
Pembaharuan yang akan saya lakukan untuk mengatasi
permasalahan
A. sulitnya memahami pembelajaran
Pembaharuan yang saya lakukan yaitu :
1. Jika kita sebagai guru
A. Kita harus membangun hubungan yang
memungkinkan anak dapat mempercayai Kita dan merasa aman dari ejekan, komentar
sinis dan penilaian Murid-murid.
B. Kita harus membuat tugas yang menarik
dan menyenangkan untuk mendorong partisipasi. Menyediakan berbagai gaya dan
metode pembelajaran bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka pelajari.
C. Kita juga harus
memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengevaluasi kinerja mereka
sendiri. Menggunakan checklist dengan pernyataan seperti “Saya melakukan yang
terbaik, saya melakukan dengan baik, saya tidak melakukannya dengan sangat
baik” memungkinkan siswa untuk mengenali dan kritik diri.
D. Tujuan dari aktivitas ini kita
lakukan agar murid berpikir tentang apa yang mereka lakukan. Setelah beberapa
saat, kebanyakan siswa akan mengambil prosedur serius. Perlu diingat juga,
bahwa tidak satupun dari kita dimasukkan ke dalam upaya maksimal pada segala
sesuatu yang kita lakukan.
2. Jika jadi siswa
A .Saya akan lebih focus belajar
B. Saya akan selalu mencoba mengikuti pelajaran walaupun di
pelejaran tersebut saya kurang pandai tapi lambat laun akan bisa.
C. dukungan orang tua dan memotivasi diri dengan rasa semangat dalam
belajar
B. Malas sekolah
Pembaharuan yang saya lakukan yaitu :
1. Mungkin dia malas
karna lingkungan sekolah caranya yaitu:
Menumbuhkan rasa
percaya diri anak kembali. Katakan bahwa ia patut mensyukuri apa yang
dimilikinya sekarang. Tidak perlu minder. Cobalah tumbuhkan rasa percaya diri
padanya dengan menunjukkan kelebihan-kelebihan yang ia miliki. Misalnya, “Nak,
kamu nggak perlu kecil hati jika diejek teman. Tuhan menciptakan manusia dengan
kelebihan yang berbeda-beda.
Meski kamu tidak pandai main sepakbola tapi suara kamu kan merdu. Tidak
semua teman kamu. punya suara semerdu kamu, lho!” Dorongan semangat seperti ini
akan membuat rasa percaya diri anak kembali tumbuh.
2. . Bantu Anak Mendapat Teman
Sebagian besar alasan anak-anak
malas ke sekolah karena kurang nyamannya suasana yang dirasakan serta kesulitan
ketika mencari teman. Oleh sebab itu,kita dapat membantu mereka mencari teman,
misalnya dengan membuat pesta kecil di rumah dengan mengundang teman
sekelasnya.
3.
Berikan Penghargaan
Jika anak mulai rajin pergi ke
sekolah, kita dapat memberikannya penghargaan, seperti hadiah kecil-kecilan
atau mengajaknya pergi ke suatu tempat yang diinginkannya. Hal ini akan membuat
anak merasa lebih semangat untuk pergi ke sekolah.
4.
Mengatasi Kekerasan di Sekolah
Jika anak malas pergi ke
sekolah karena adanya perselisihan antar teman sebayanya, sebaiknya kita
harus segera menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menemui guru atau
Kepala Sekolah. Jadi kita tidak perlu menemui anak yang bermusuhan dengan
temanya. Hal ini malah bisa memperkeruh keadaan. Cukup kita temui Kepsek
atau wali kelasnya, biar pihak sekolah yang mengatasinya.
5.
Buat Media Pembelajaran yang Mudah
Dalam hal ini, kita
harus dapat melakukan diskusi bersama guru untuk menemukan solusi yang paling
tepat. kita dapat mencoba menggunakan media Internet sebagai solusinya karena
tampilan yang menarik dapat membuat anak lebih nyaman menggunakannya.
Menangani masalah konflik gara-gara stress dan trauma yang dialmi seorang
siswa sd
Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh orang yang ada disekeliling
anak maupun guru anak.
1.Berikan pemahaman kepada orang tua
tentang kasih sayang kepada anak
Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kasih
sayang merupakan hal yang sangat mendasar yang dibutuhkan oleh seorang anak,
perhatian dan kontrol orang tua sangat penting didapatkan oleh anak karena
dengan begitu anak akan merasa tercukupi dengan kasih sayang dari orang tua,
karena kenakalan yang dilakukan oleh anak adalah mencari perhatian dari orang
lain dengan berbagai cara.
2.peran sekolah dalam membuat perubahan
perilaku yang lebih baik lagi
program yang memberikan suatu kesenangan
kepada anak berupa kesenangan yang positif. Namimah menjauhkan anak dari
pergaulan yang negatif karena perhatian anak tertuju pada kesenangan positifnya
tersebut, kesenangan tersebut bisa berupa melukis, belajar musik, olah raga dan
masih banyak lagi dan tidak akan melakukan kenaklan di sekolahnya.Anak adalah
titipan Allah SWT untuk dijaga dan dirawat, maka sudah seharusnya anak
diberikan pendidikan sebaik mungkin agar masa depan agama dan Negara menjadi
lebih baik.
3.Menjaga dari
pergaulan yang bebas kepada anak
Peran dari orang tua dalam melakukan
pengawasan bagi seorang anak sangat
diperlukan apalagi di masa sekarang ini banyak anak yang melakukan hal-hal
yang berbaur negatif dan tidak tau bahwa yang dia lakukan itu sangat merugikan
dirinya sendiri.Disinilah peran orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap
anak agar terhindar dari pergaulan yang bebas.
Kesimpulan
Dalam sebuah pembelajaran psikologi
pendidikan bagi seorang pendidik sangat penting karena dengan kita menegetahi
apa yang ada di pikiran serta masalah nya yang dihadapi seorang anak siswa
sekolah dasar yangmesih belum mengetahui mana yang baik dan benar disilah peran
guru dalam pembelajaran itu harus tau siswa yang memang niat belajar dan tidak
belajar serta siswa yang pandai dan suka main-main kita harus tahu bagaimna
mengatasinya dan bagaimana supaya anak tersebut menjadi seorang yang tidak
gampang bosan belajar dan sebagiannya tidak mengalami sterss maka dari itu guru
harus pandai dalam mengajar dan dalam proses pembentukan karakter sih anak
tersebut.dengan demikian anak tersebut menjadi rajin dan tidak bosan dalam
proses pembelajaran serta terjadi kenakalan terhadap kawan nya sendiri.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar