> Permasalahan Di Diri Anak Sekolah Ketika Proses Belajar Di SD - Reza PGSD

Reza PGSD

DI mana cerita saya pada masa-masa kuliah sekarang secara pribadi

LightBlog
Responsive Ads Here

Minggu, 15 November 2020

Permasalahan Di Diri Anak Sekolah Ketika Proses Belajar Di SD

 

 

PERMASALAHAN YANG DIHADAPI OLEH ANAK SEKOLAH DASAR ( SD )


                                                                                                                              


 

 



                                                                                       



 

Disusun oleh:

 

1.  M Reza Deli Yuzar            (170410026)

 

 

 

PROGRAM STUDI PGSD

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SAMUDRA

 

 

 

A.      Latar Belakang

Dunia pendidikan mengartikan masalah kesulitan belajar sebagai segala usaha yang dilakukan untuk memahami dan menetapkan jenis dan sifat kesulitan belajar. Masalah belajar yang terjadi dikalangan murid sering kali terjadi dan menghambat kelancaran proses belajar siswa.

Kondisi tertentu itu dapat berkenaan dengan keadaan dirinya yaitu berupa kelemahan-kelemahan dan dapat juga berkenaan dengan lingkungan yang tidak menguntungkan bagi dirinya. Masalah-masalah belajar ini tidak hanya dialami oleh murid-murid yang lambat saja dalam belajarnya, tetapi juga dapat menimpa murid-murid yang pandai atau cerdas.

Keberhasilan proses pembelajaran merupakan muara dari seluruh aktivitas yang dilakukan guru dan siswa. Artinya apapun bentuk kegiatan-kegiatan guru, mulai dari merancang pembelajaran, memilih dan menentukan materi, Pendekatan, strategi dan metode pembelajaran, memilih dan menentukan teknik evaluasi, semuanya diarahkan untuk mencapai keberhasilan siswa. Hal ini merupakan pertanda bahwa belajar merupakan kegiatan yang dinamis sehingga guru perlu secara terus menerus mencermati perubahan perubahan yang terjadi pada siswa di kelas.Agar aktivitas-aktivitas pembelajaran yang dilakukan guru dapat lebih terarah, dan guru dapat memahami persoalan-persoalan belajar yang seringkali atau pada umumnya terjadi pada kebanyakan siswa dalam berbagai bentuk aktivitas pembelajaran, maka akan lebih baik bilamana guru memilki bekal pemahaman tentang masalah-masalah belajar.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa masalah yang dihadapi siswa dalam proses pembelajaran ?

2.      Mengapa seorang siswa sd melakukan kenakalan terhadap kawan sekelasnya?

3.      Bagaimana cara mengatasi masalah-masalah siswa tersebut ?

 

C.     Tujuan penulisan

Untuk mengetahui proses dalam pengajaran yang dilakukan oleh seorang guru

Untuk mengetahui bagaimana cara mengatasi masalah dalam belajar siswa SD

Untuk mengetahui proses menagani masalah seorang siswa SD yang mengalami Trauma dan Stress yang dihadapi seorang siswa tersebut

D.    Manfaat Penulisan

Semoga laporan yang saya buat ini dapat menambah wawasan bagi seorang guru bagaimana menagani masalah seorang siswa yang sedang duduk di bangku Sekolah Dasar yang sedang mereka alami dan kenakaln dalam proses belajar karena seorang guru tidak menegetahui masalah yang mereka hadapi dan untuk supaya jangan sampai terjadi lagi dan tidak tahu bagaiaman menagatasi sebuah masalah siswa Sekolah Dasar.

 

PENDAHULUAN  

A.1 Biodata Siswa

Biodata Diri Siswa

Nama siswa                 : Na’il Abid Suhailah

Nama Panggilan          : Abid

Jenis Kelamin              : Laki-Laki

T.T.L.                          : Binjai

Umur                           :11     

Alamat rumah             : jln melinjau jati karya binjai utara Gang sepakat

Hoby                           : Makan , bermain bola

Agama                         : Islam

Riwayat sekolah          :

SD                               : YPIS Maju

Alamat                         :Jl. T amir Hamzah pasr 5 tandam jati karya binjai utara

Cita-cita                      : Tentara

Tranportasi                  : Sepeda

Pelajaran kesukaan      : B,inggris

 

Identitas Orang Tua

Nama Ayah                 : Nurjali S.pd

Pekerjaan Ayah           : Guru Olah Raga

Nama Ibu                    : Herni

Pekerjaan Ibu              : Ibu Rumah Tangga


A.2 Permasalahan Yang Dialami Siswa

Masalahnya yaitu:

 

a.Sulit memahami pelajaran

b.Malas sekolah

 

Penganalisisan saya :

A. sulitnya Memahami Pembelajaran

Penyebabnya adalah

 

·          1. Kurangnya konsentrasi siswa    

 A    Faktor lingkungan,

             Kemungkinan  anak ini  yang sulit memahami dikarenakan kelas tidak nyaman dan tidak kondusif sehingga mengganggu konsentrasi dari pada si anak tersebut.Dan juga pengaruhnya akibat terlalu dekat sekali dengan jalan raya ,yang membuat siswa tidak nyaman belajar karna mendengar suara kendaraan yang lewat dari tempat tersebut.Disamping itu juga sekeliling sekolah itu masih terlihat kotor sehinga berpngaruh pada siswa tidak nyaman untuk belajar.

 

    B.      Psikologi

Faktor psikologis anak juga bisa mempengaruhi konsentrasi anak ini  .Mungkin anak yang mengalami tekanan, ketika mengerjakan sesuatu ia bisa menjadi tidak konsentrasi sehingga tidak fokus dalam menyelesaikan pekerjaannya. Contoh yang berbeda, misalnya “suasana di sekolah yang berbeda dengan suasana di rumah. Anak kaget, karena mempunyai teman yang lebih berani, sehingga ketakutan dan kekhawatiran si anak membuatnya sulit untuk konsentrasi. Akibatnya, konsentrasi di kelas untuk menerima pelajaran menjadi berkurang. Jadi, karena faktor psikologis anak yang disebabkan karena kurangnya kemampuan bersosialisasi bisa membuat anak menjadi kurang berkonsentrasi di sekolah.

 

   C.      Internal

Faktor internal adalah faktor dari dalam diri sendiri. Dapat terjadi karena adanya gangguan perkembangan otak dan hormon yang dihasilkan lebih banyakmungkin anak ini mengalami hal tersebut sehingga anak cenderung menjadi hiperaktif. Jika anak lamban/lambat disebabkan karena hormon yang dihasilkan oleh neurotransmitter-nya kurang sehingga bisa mengakibatkan lambannya konsentrasi.

 

2.  Faktor dari pengajar (guru)

 

   A.   Kurangnya kesiapan guru dalam mengajar

            Guru juga salah satu factor utama yang mempengaruhi  mudah atau sulitnya anak menerima pembelajaran .Mungkin Guru tidak siap terhadap perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan. Seperti contohnya saat ini ketika pergantian kurikulum terjadi, dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) menjadi Kurikulum 2013, terjadi kebingungan luar biasa dari guru-guru dalam menjalankan metode dan model pembelajaran. Dari pembelajaran yang terpisah-pisah antar bidang studi menjadi pembelajaran terpadu tematik integratif membuat kebingungan guru dalam mengajar. Sehingga tidak semua guru mampu menerapkan dengan cepat perubahan tersebut. Hal tersebut membuat pembelajaran kurang maksimal karena proses ini memerlukan sosialisasi yang tidak sebentar.

Guru pun juga harus siap mengahdapi perubahan terhadap pergantian siswa setiap tahunnya. Setiap tahun  siswa berganti-ganti, tentunya dengan watak dan karakter yang berbeda pula.

Solusi :

-          Guru harus bersiap diri atas segala kemungkinan perubahan-perubahan yang terjadi dalam dunia pendidikan.

-          Pergantian terhadap kurikulum harus dikaji secara mendalam sehingga tidak membuat guru dan siswa kebingungan terhadap perubahan.  

 

B.        Guru kurang kreatif dan inovatif dalam mengajar.

Mungkin Guru hanya menggunakan metode ceramah dan siswa hanya sebagai pendengar sehingga pelajaran terasa kurang menarik sehingga siswa menjadi jenuh dan kurang memperhatikan.

Solusi :

-          Guru harus sering melatih diri untuk lebih banyak berkreasi dalam mengajar, seperti mengikuti seminar-seminar atau workshop yang dapat menambah pengalaman baru.

-          Sering bertukar pikiran dan pengalaman sesama guru agar lebih banyak ilmu yang didapat.

-          Guru harus mampu membuat media-media pembelajaran yang inovatif dan kreatif sehingga menarik siswa untuk lebih memperhatikan proses pembelajaran.

 

C.     Guru kurang menguasai materi pembelajaran

Mungkin Guru yang kurang menguasai materi akan membuat siswa sulit untuk memahami apa yang telah diajarkan karena pemahaman setiap siswa berbeda-beda. Bisa-bisa konsep yang diajarkan akan melenceng dari konsep yang seharusnya.

Solusi :

-          Guru haruslah sering membaca dan mempelajari dengan detail apa yang akan dia ajarkan kepada siswanya sehingga pada waktu pembelajaran berlangsung semua tersampaikan dengan baik.

-          Guru mengajak siswa untuk sama-sama berfikir dan membangun (menkonstruksi) pengetahuannya juga secara bersama-sama.

  

D.      Kurangnya interaksi antara guru dan siswa

Mungkin Guru yang cenderung kaku dan kurang bersahabat dengan siswanya akan membuat hubungan terasa ada jarak. Sehingga jika terjadi kebingungan siswa terkadang malu dan takut untuk bertanya sehingga siswa menjadi pasif.

Solusi :

-          Guru haruslah bersikap hangat terhadap siswanya dan lebih sering berinteraksi sehingga hubungan terasa lebih nyaman dan tidak membuat siswa takut bertanya dan memancing keaktifan siswa.

-          Menjadikan guru benar-benar sebagai orangtua ke dua di sekolah.

-          Guru harus mampu mengenali berbagai karakter siswanya sehingga mampu memberikan solusi atas apapun yang dialami oleh siswa.

 

B. Malas Sekolah

Penganalisisan saya :

 

a. Penyebab anak ini  malas  sekolah yaitu :

1.       Gurunya  yang galak dan kurang bersahabat dengan para murid

Kemung kinan gurunya sering marah -marah terhadap sisiwanya ,dan itu sangat berpengaruh terhadap siswanya itu,siswanyanya itu mungkin tetekan atas tindakan dari gurunya  sehinga menyebabkan  sianak tidak suka dengan gurunya , bahkan sianak tidak mau sekolah lagi.

            2. Materi pelajaran sekolah yang terlalu sulit untuk dipahami

               Bukan hanya kegalakan gurunya ada juga kemung kinan  karena materi yang diberikan oleh sekolah sulit untuk dipahami  dan membuatnya merasa minder  sehingga  pemikiran dia agak terhambat yang menyebabkan sianak  malas untuk masuk kelas bahkan  malas masuk sekolah.

            3.  Lingkungan sekolah yang kurang baik dan bersahabat

            Lingkungan sekolah juga sangat berpengaru terhadap anak , dimana lingkungan sekolah yang kotor akan membuat sianak malas belajar bahkan bias membuat sianak tidak mau sekolah.

            4. Mendapat gangguan dari teman-temannya yang  tidak  masuk sekolah

               Hal  ini adalah nal yang sering dialami oleh anak sekolah dasar  misalnya sianak ini mendapat bujukan dari teman teman nya yang ngak masuk sekolah    “ngapain sekolah, sekolah itu sangat membosankan  mending kita ngak masuk sekolah kita bias bermain main sesuka hati kita tidak ada yang melarang kita.”tidak dating tugas yang merepotkan kita , jika sianak mau menerima ajakan ini maka dia pasti tidak akan sekolah  ,dia akan mengikuta teman temannya yang bandal tersebut.

 

 

C. Siswa SD Melakukan Kenakalan Di Sekolah

Penganalisisan saya :

a.       faktor penyebabnya kenakalan pada anak yaitu:

 

1.      Kurangnya Kasih Sayang Orang Tua.

Terkadang orang tua lebih banyak menghabiskan waktu untuk bekerja sehingga

anak tidak mendapatkan perhatian dari orang tuanya sehingga anak mencari perhatian orang tua dengan perilaku-perilaku yang menurut anak efektif untuk mendapatkan perhatian, yakni dengan perilaku negatif yang ia lakukan seperti bermain yang membuat ortuanya menjadi memperhatikan dirinya.

 

2.      Pergaulan Dengan Teman Yang lebih Tua Darinya

Pergaulan dengan teman yang jauh lebih tua menyebabkan anak meniru perilaku

orang tersebut, maka dari itu hal ini yang menjadi pemicu terjadinya kenakalan di sekolah dia karena meniru apa yang tidak seharusnya dilakun ioleh seorang anak sd dan berdampak negatif untuk di usiannya yang mesih dalam proses pencarian jadi dirinya yang sesungguhnya.

 

3.      Kurang Adanya Bimbingan Kepribadian Dari Sekolah

Sekolah merupakan lembaga pendidikan formal dan kesatuan kegiatan-kegiatan

menyelenggarakan pembelajaangan anak akan berubah arah dengan cara-cara yang terencana dan teratur menurut tatanan nilai dan norma yang telah ditentukan untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah ditetapkan sekolah merupakan lembaga yang dapat membentuk kepribadian seorang anak, maka dari itu sekolah merupakan lembaga yang penting bagi kemajuan peradaban di masa yang akan datang dan dalam merangsang kepriabadian yang baik dan meruabh sikap yang jelek dengan memberi pembelajaran yang menyangkut pembentukan karakter anak tersebut

 

4.      Nila agama yang kurang di tanamkan oleh orang tua

Pondasi agama merupakan pondasi yang sangat penting bagi kehidupan manusia

maka tidak aneh jika seseorang yang tidak memiliki pondasi agama yang tidak kuat maka akan mudah terpengaruhi oleh hal-hal yang negatif.dan mudah terpengaru oleh orang lain yang seharusnya itu salah dan tidak baik di ikutin oleh seorang anak sekolah dasar dan bakalan hancur kedepan nya bagi seorang anak tersebut dan mereka tidak tahu bahwa yang mereka lakukan itu salah maka dari itu orang tua harus mengajarkan tentang agama nya.

 

5.      Kebebasan Yang Berlebihan dari orang tua dalam bermain

Kebebasan yang diberikan orang tua terhadap anak mengakibatkan seorang anak

tidak ragu lagi melakukan apa yang diinginkan oleh anak tersebut termasuk perilaku negatif.Faktor tersebut didukung oleh karakteristik anak yang masih polos dan belum paham benar tentang norma dan nilai dalam suatu masyarakat.Pada anak usia 6-12 tahun dapat disebut umur sekolah, oleh karena itu, anak tidak boleh gagal dalam sekolahya ia harus dapat memperoleh kepuasan karena ia telah berhasil, dan rasa keberhasilan ini akan memperkuat perkembangan kepribadiannya.Setiap sukses akan memberikan perasaan mampu pada dirinya, mampu menyelesaikan tugas-tugas yang dijadikan modal untuk menyelesiakn tugas-tugas lebih lanjut dan lebih berat.Kenakalan anak bisa berupa mengganggu teman sebaya lainnya, mencuri kecil-kecilan, tidak patuh terhadap orang tua maupun guru, jarang mengerjakan Pekerjaan Rumah,sering berbohong dan lain sebagainya itu lah apa bila kita terlalu membesaskan terhadap anak dalam hal bermain tanpa mengenal waktu.

 

6.      Konflik dan stress yang di alami siswa sekolah dasar

Konflik yang terjadi dia antara orang tua dan anak seperti di di pukul oleh orang

tua dalam melakuakan sesuatu dalam prsoses pertumbuhannya yang menuju untuk kedewasaannya dan stress yang dilakukan oleh seorang guru itu juga bisa menjadi penyebab terjadinya kenakalan seseorang siswa sd di dalam melakukan pembelajaran di sekolah yang kurang baik tersebut .

 

A.3         Pembaharuan yang akan saya lakukan untuk mengatasi permasalahan

 

A. sulitnya memahami pembelajaran

 

               Pembaharuan yang saya lakukan yaitu :

1.      Jika kita sebagai guru

A. Kita harus membangun hubungan yang memungkinkan anak dapat mempercayai Kita dan merasa aman dari ejekan, komentar sinis dan penilaian Murid-murid.

 

B. Kita harus membuat tugas yang menarik dan menyenangkan untuk mendorong partisipasi. Menyediakan berbagai gaya dan metode pembelajaran bagi siswa untuk menunjukkan apa yang mereka pelajari.

 

C.   Kita juga harus memberikan kesempatan bagi para siswa untuk mengevaluasi kinerja mereka sendiri. Menggunakan checklist dengan pernyataan seperti “Saya melakukan yang terbaik, saya melakukan dengan baik, saya tidak melakukannya dengan sangat baik” memungkinkan siswa untuk mengenali dan kritik diri.

 

D.  Tujuan dari aktivitas ini kita lakukan agar murid berpikir tentang apa yang mereka lakukan. Setelah beberapa saat, kebanyakan siswa akan mengambil prosedur serius. Perlu diingat juga, bahwa tidak satupun dari kita dimasukkan ke dalam upaya maksimal pada segala sesuatu yang kita lakukan.

 

 

        2. Jika jadi siswa

A  .Saya akan lebih focus belajar

B.  Saya akan selalu mencoba mengikuti  pelajaran walaupun di pelejaran tersebut saya kurang pandai tapi lambat laun akan bisa.

C. dukungan orang tua dan memotivasi diri dengan rasa semangat dalam belajar

 B.        Malas sekolah 

Pembaharuan yang saya lakukan yaitu :

1.      Mungkin dia malas karna lingkungan sekolah  caranya yaitu:

               Menumbuhkan rasa percaya diri anak kembali. Katakan bahwa ia patut mensyukuri apa yang dimilikinya sekarang. Tidak perlu minder. Cobalah tumbuhkan rasa percaya diri padanya dengan menunjukkan kelebihan-kelebihan yang ia miliki. Misalnya, “Nak, kamu nggak perlu kecil hati jika diejek teman. Tuhan menciptakan manusia dengan kelebihan yang berbeda-beda.

Meski kamu tidak pandai main sepakbola tapi suara kamu kan merdu. Tidak semua teman kamu. punya suara semerdu kamu, lho!” Dorongan semangat seperti ini akan membuat rasa percaya diri anak kembali tumbuh.

 

2. . Bantu Anak Mendapat Teman
        Sebagian besar alasan anak-anak malas ke sekolah karena kurang nyamannya suasana yang dirasakan serta kesulitan ketika mencari teman. Oleh sebab itu,kita dapat membantu mereka mencari teman, misalnya dengan membuat pesta kecil di rumah dengan mengundang teman sekelasnya.

 

            3. Berikan Penghargaan
         Jika anak mulai rajin pergi ke sekolah, kita dapat memberikannya penghargaan, seperti hadiah kecil-kecilan atau mengajaknya pergi ke suatu tempat yang diinginkannya. Hal ini akan membuat anak merasa lebih semangat untuk pergi ke sekolah.

 

            4. Mengatasi Kekerasan di Sekolah
          Jika anak malas pergi ke sekolah karena adanya perselisihan antar teman sebayanya, sebaiknya kita harus  segera menyelesaikan permasalahan tersebut dengan menemui guru atau Kepala Sekolah. Jadi kita tidak perlu menemui anak yang bermusuhan dengan temanya. Hal ini malah bisa memperkeruh keadaan. Cukup kita  temui Kepsek atau wali kelasnya, biar pihak sekolah yang mengatasinya.

            5. Buat Media Pembelajaran yang Mudah
         Dalam hal ini, kita  harus dapat melakukan diskusi bersama guru untuk menemukan solusi yang paling tepat. kita dapat mencoba menggunakan media Internet sebagai solusinya karena tampilan yang menarik dapat membuat anak lebih nyaman menggunakannya.

 

Menangani masalah konflik gara-gara stress dan trauma yang dialmi seorang siswa sd

 

Ada beberapa solusi yang dapat dilakukan oleh orang yang ada disekeliling anak maupun guru anak.

 

1.Berikan pemahaman kepada orang tua tentang kasih sayang kepada anak

Tidak dapat dipungkiri lagi bahwa kasih sayang merupakan hal yang sangat mendasar yang dibutuhkan oleh seorang anak, perhatian dan kontrol orang tua sangat penting didapatkan oleh anak karena dengan begitu anak akan merasa tercukupi dengan kasih sayang dari orang tua, karena kenakalan yang dilakukan oleh anak adalah mencari perhatian dari orang lain dengan berbagai cara.

 

2.peran sekolah dalam membuat perubahan perilaku yang lebih baik lagi

program yang memberikan suatu kesenangan kepada anak berupa kesenangan yang positif. Namimah menjauhkan anak dari pergaulan yang negatif karena perhatian anak tertuju pada kesenangan positifnya tersebut, kesenangan tersebut bisa berupa melukis, belajar musik, olah raga dan masih banyak lagi dan tidak akan melakukan kenaklan di sekolahnya.Anak adalah titipan Allah SWT untuk dijaga dan dirawat, maka sudah seharusnya anak diberikan pendidikan sebaik mungkin agar masa depan agama dan Negara menjadi lebih baik.

 

3.Menjaga dari pergaulan yang bebas kepada anak

Peran dari orang tua dalam melakukan pengawasan bagi seorang anak sangat

diperlukan apalagi di masa sekarang ini banyak anak yang melakukan hal-hal yang berbaur negatif dan tidak tau bahwa yang dia lakukan itu sangat merugikan dirinya sendiri.Disinilah peran orang tua dalam melakukan pengawasan terhadap anak agar terhindar dari pergaulan yang bebas.

 

 

                                                                Kesimpulan

 

            Dalam sebuah pembelajaran psikologi pendidikan bagi seorang pendidik sangat penting karena dengan kita menegetahi apa yang ada di pikiran serta masalah nya yang dihadapi seorang anak siswa sekolah dasar yangmesih belum mengetahui mana yang baik dan benar disilah peran guru dalam pembelajaran itu harus tau siswa yang memang niat belajar dan tidak belajar serta siswa yang pandai dan suka main-main kita harus tahu bagaimna mengatasinya dan bagaimana supaya anak tersebut menjadi seorang yang tidak gampang bosan belajar dan sebagiannya tidak mengalami sterss maka dari itu guru harus pandai dalam mengajar dan dalam proses pembentukan karakter sih anak tersebut.dengan demikian anak tersebut menjadi rajin dan tidak bosan dalam proses pembelajaran serta terjadi kenakalan terhadap kawan nya sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar